Senin, 30 Mei 2016
Senin, 23 Mei 2016
Mendekat
Rasanya jauh
Tapi biarkan aku mendekat
Karena yang jauh
Tak akan jadi dekat
Kalau jarak
Tidak dipangkas
Meski harus
Dengan keberanian
Dan air mata
Yang bercucur
Hingga kering
Oleh matahari
Minggu, 22 Mei 2016
Dunia
Di dunia yang makin keras ini, aku ingin belajar. Sesuatu yang sudah lapuk digerogoti usia dan ego manusia.
Belajar menghargai.
Agar dunia lebih ramah. Sedikit.
Agar dunia lebih lembut. Sedikit.
Minggu, 24 April 2016
Patah Hati
Aku patah hati
Entah karena apa
Dan bukan karena siapa
Aku patah hati
Mungkin karena terlalu banyak tertawa
Lalu lupa
Ternyata
Kita masih sendirian
Di dunia
Yang fana
Selasa, 05 April 2016
Sakit Sakit UN Jangan Jangan
Karena masih banyak sakit yang perlu diobati.
Nanti kalau sudah parah bisa lebih pedih dari sakit hati.
Biar bisa lebih peka sedikit lagi.
Khawatirnya besok sakit lagi.
Sabtu, 02 April 2016
Obat dan Baper
Ternyata rindu yang terobati bisa jadi obat anti-tidur, obat anti-lapar, obat anti-haus, obat anti-lelah, obat anti-jenuh, obat anti-sedih, obat anti-galau, obat anti-bimbang, obat anti-sakit, obat anti-mainstream.
Aku baru tahu.
Sialnya, yang baru sama sekali nggak berpengaruh dalam hal itu.
Entah karena memang ikatannya yang kendor atau akunya yang agak mbulet kayak telor.
Nggak nyambung, sih, tapi nggak papa.
Yah, semoga aku bisa lebih peka dan lebih baper. Hehe.
Baper nggak salah, kok.
Malah salah kalau nggak bisa baper.
Jatuhnya lebih horor.
Percaya, deh.
Orang yang nggak bisa baper itu....
Hororlah, pokoknya.
Selasa, 29 Maret 2016
Jus Mangga dan Aslan
Pernah tidak, sih, kamu sangat lelah tapi tidak bisa tidur?
Rasanya kayak minum jus mangga waktu Lucy-nya Narnia nyari Aslan.
Nggak ada hubungannya.
Ya, memang kayak gitu.
Mungkin lelah dan nggak bisa tidur itu nggak ada hubungannya. Sama kayak jus mangga dan Lucy yang nyari Aslan. Mungkin yang kita perlukan bukan jus mangganya atau tidurnya. Mungkin yang kita perlukan adalah perenungan dalam ketenangan dalam kesendirian dalam gelapnya malam.
Bukan apa-apa. Hanya saja, bukankah manusia sudah terlalu sibuk dengan dunia sejak matahari menampakkan cercah sinarnya? Bukankah manusia sudah terlarut dalam dunia selama senja masih bertengger di cakrawala? Lalu, kapan waktunya berkaca kalau tidak menyisihkan sebagian dari yang tersisa?
Manusia memang suka begitu. Suka lupa. Suka lupa mana darat muasalnya. Suka terbang ketinggian lalu tersangkut di awan. Suka asal bicara tanpa ditata. Sampai lupa juga kalau sudah bikin banyak hati terluka lewat lidah yang katanya (enak kalau disemur) takbertulang.
Sialnya, kadang aku sendiri suka lupa,
Ah, iya, aku juga manusia.
Kamis, 24 Maret 2016
Reaksi Eksoterm di Taksi
Pernah tidak, sih, kamu duduk di kursi taksi yang hening sambil memperhatikan bapak sopirnya, lalu kamu mendadak merinding?
Kayak punggungmu baru dikelitik ekor sapi. Bonus reaksi eksoterm.
Tiba-tiba aja hawa panas keluar dan kamu merasa dingin.
Kayak ditinggalkan sendirian.
Meskipun kamu nggak sendirian.
Meski kenyataannya kita semua selalu sendirian.
Hanya seolah-olah tidak sendirian.